Lokasi: Museum Basel
Kudapat penguatan:
aku harus selalu waspada terhadap perasaan putus asa yang merupakan dosa. Orang yang putus asa mengatakan, "Aku tidak mau menerima rencana Allah bagi hidupku". Keputusasaan selalu muncul bila harapan kita keliru. Perasaan itu timbul karena kita tidak membiarkan Allah bekerja sendiri. Sungguh tragis bila aku menerima Kristus sebagai Tuhanku dan kemudian menjadi putus asa karena Dia menghancurkan harapanku.
aku harus mencari penyebab keputusasaanku dan melihatnya dengan pandangan yang benar. Apakah aku menjadi putus asa karena jalan yang kutempuh sukar dan penuh penderitaan? Jika demikian, aku harus sadar bahwa Allah sedang mempersiapkanku seperti tanah yang dibajak agar bisa berbuah berlipat ganda. Allah tidak pernah memberiku jalan yang sukar tanpa 'kelanjutan'. Ketika aku dalam kesulitan, aku harus berdoa, "Tuhan, berilah aku kesabaran untuk menunggu kelanjutan dariMU".
Apakah aku diserang iblis, dan bisikannya mengena kepadaku? Aku harus ingat sejarah yang dibuatnya: setiap orang yang mendengarkan dia menderita kekalahan yang mengerikan. Kadang aku lupa bahwa iblis mempunyai "rencana keselamatan". Dia juga hebat dalam menjanjikan "pembebasan". Sesungguhnya pembebasan dari iblis meniru pembebasan luar biasa yang Engkau janjikan bagi anak-anakMu. Ketika dicobai iblis, Yesus dijanjikan terbebas dari salib. Banyak martir dijanjikan kelepasan dari siksaan hanya dengan menarik kembali pengakuan mereka tentang Juru Selamat mereka. Yang disyaratkan iblis bagi pembebasan yang dijanjikannya sama persis dengan yang disyaratkan Allah: penyerahan diri padanya.
aku harus selalu ingat bahwa iblis menghendaki agar aku hidup dan sejahtera di planet bumi. Ia ingin aku memuaskan dirku sendiri dan menjadi bahagia, dengan caranya.
Perbedaan antara pembebasan dari Allah dan iblis tergantung pada: apakah aku hidup bagi diriku sendiri atau untuk Tuhan. Iblis berkata, "Sembahlah aku, maka aku akan memberikan apapun yang kau inginkan". Sedangkan Allah berkata, "Sembahlah AKU, dan AKU hanya akan memberikan apa yang baik kepadamu."
Falsafah iblis adalah agar manusia melayani diri sendiri dan memelihara ego secara diam-diam.
(W. Glyn Evans)
(W. Glyn Evans)
No comments:
Post a Comment